Izzi_tea

Membangun Kemampuan Mencintai….

bangun-hss-dgn-cintaOleh Anis Matta
Pada mulanya cinta adalah gagasan tentang bagaimana membahagiakan dan menumbuhkan orang lain. Selanjutnya cinta adalah kemauan baik yang menjembatani gagasan itu menuju alam kenyataan. Sisanya adalah kemampuan. Cinta yang hanya berkembang di batas gagasan dan kemauan baik akan tampak seperti pohon rindang yang tidak berbuah.
Bagian cinta yang pertama dan kedua, gagasan dan kemauan baik, biasanya terbentuk dari serangkaian penghayatan akan nilai-nilai luhur kemanusiaan dan keagamaan tentang kehidupan dan hubungan antar manusia didalamnya, hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan alam. Sedangkan apa penghayatan itu dalam diri seorang pencinta sedalam itu pula sumber energi cinta yang ada dalam dirinya.

Tapi bagian ketiga dari cinta, kemampuan, memerlukan latihan dan proses pembelajaran. Kalau kita mau memberi, kita harus dan berlatih bagaimana memiliki. Kalau kita mau memperhatikan orang yang kita cintai, kita harus belajar dan berlatih untuk tidak membutuhkan perhatian orang lain. Kalau kita mau menumbuhkan sang kekasih, kita harus belajar dan berlatih bagaimana menumbuhkan diri sendiri terlebih dahulu. Begitu seterusnya: memberi, memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi mengharuskan kita memiliki kemampuan pribadi untuk melakukan tindakan-tindakan produktif.
Membangun kemampuan mencintai berarti membangun kemampuan produktif dalam diri kita. Menjadi seorang pencinta sejati berarti menjadi seorang produktif yang selalu berorientasi bukan saja pada proses, tapi juga terutama hasil akhir. Produktifitas adalah indikator kematangan seorang pencinta. Seorang pencinta yang tidak produktif adalah pohon rindang yang tidak berbuah.
ini sisi cinta yang paling rasional dan paling berat: belajar dan berlatih untuk menjadi produktif. Ini bukan pelajaran tentang bagaimana menguntai kata-kata cinta. Atau tentang teknik-teknik merawat cinta kasih. Ini pelajaran tentang bagaimana kita mengembangkan diri, mengubah semua potensi dalam diri kita menjadi kemampuan-kemampuan baru, mengarahkan semua kemampuan baru itu menjadi sumber produktifitas.
Mencintai dengan semua siklusnya adalah kerja dari dalam ke luar. Seorang pencinta sejati adalah seseorang yang mampu keluar dari dirinya sendiri menuju orang lain. Tapi jauh sebelum seseorang mampu keluar dari dirinya sendiri, ia harus masuk kedalam dirinya sendiri. Sedalam mungkin. Karena dari kedalaman itulah ia bisa keluar sejauh mungkin. Pelajaran cinta adalah pelajaran tentang bagaimana kita masuk kedalam diri sendiri untuk kemudian menjadikan orang lain lebih baik. Dan akhirnya, ini adalah pelajaran tentang bagaimana mengubah hidup kita menjadi taman yang lebih indah dipandang dan lebih nyaman dihuni. Karena di sana kita bertumbuh. Karena dalam pertumbuhan itu kita berbahagia.
Sumber : Tarbawi Edisi104 Th. 7/Shafar 1426 H/17 Maret 2005 M

————————–————————–——————————————————-

Tulisan Ust.Anis yg satu ini, menurutku salah satu tulisan yg sangat mempunyai kesan yg sangat… secara garis besar beliau menjelaskan arti cinta “Emosional” dan cinta “Rasional”… cinta rasional-lah (cinta kepada makhluk -Pasangan : Suami/Istri-, -Saudara seIman-),, cinta yg harus kita bangun, cinta dimana semua elemen (memberi, memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi) menjadi satu.. cinta yg bisa menghantarkan kepada cinta sejati *CINTA ALLAH* -Cinta di atas Cinta-…. cinta rasional yg tidak hanya mengandalkan “rasa” saja. Teman saya pernah mengatakan, “emang bisa kenyang pake cinta??”.. ehmmm bener juga sih.. cinta itu harus Rasional dimana berbagai elemen tadi (memberi, memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi) harus terpenuhi.. jadi, klo menurutku. Itu tuh cinta Rasional… // Klo cinta Emosional??,, pernah denger ROMIE and JULIET?? (pasti udah, min tadi kan di diomongin.. heheh),, klo menurutku.. itu jenis cinta Emosional… Konyol!!!,, walaupun Romannya kena, tapi coba liat endingnya… *anda tahu sendiri :D*… cinta yg tidak seimbang, hanya cinta “memberi” dan “menerima”.. tanpa “menumbuhkan” “merawat” “melindungi”.. jadi ya hasilnya seperti itu. Coba lihat cinta Khodijah kepada Rasulullah SAW,, semua aspek itu terpenuhi, bagaimana Khodijah r.a “memberi” “memperhatikan” “menumbuhkan” “merawat” “melindungi” begitupun sebaliknya Rasulullah SAW.. dan akhirnya,, Kebahagiaan hakikilah yg didapat….

// walapun ada saat-saat cinta itu tidak “Rasional” dan terkadang harus “Emosional”😛
// So… mari kita MEMBANGUN CINTA…😀
// dan akhirnya… Jazakallah Ust,, tulisan2 ust sangat memberikan pelajaran kepada kami… semoga keberkahan dan kebahagiaan menyertai ust dan keluarga… Dunia, Akhirat.. Amin…

This entry was published on Juni 8, 2009 at 7:36 am and is filed under .: Serial Cinta :.. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: