Izzi_tea

..bergerak karena tantangan..

airPadang golf itu membentang luas, hijau dan asri. Dinaungi langit biru yang terkadang mendung tapi kadang terik. Tapi, itu tak membuat para manusia itu berhenti mengayunkan stik golfnya. Lalu, tinggallah seekor ular di sebelah padang golf itu. Ya, di sepetak sawah yang hampir mengering karena saluran irigasi yang tertimpa oleh jalan menuju padang golf. Padi-padi itu tak lagi panen 1 tahun sekali, jika pun panen banyak sekali gagal. Tapi keadaan itu tak membuat sang ular mengeluh. Dia berusaha untuk bertahan hidup.

Hingga pada suatu saat, dia mulai terganggu dengan tembakan para pemburu dirinya. Otaknya terus berputar mencari cara dan tempat untuk bersembunyi dari pemburuan itu. Pikirnya dia tak boleh mati dengan cara seperti itu, mati dikalahkan manusia yang serakah dan hanya ingin mengambil keuntungan darinya. Lalu dia pun terus bergerak karena tantangan pemburu itu, pada akhirnya sang ular pun bersembunyi di bawah pohon cukup rindang.

Namun, sungguh terkagetlah dia ketika menengok ke atas langit ternyata Sang Elang telah mengincarnya, otaknya pun berpikir keras kembali untuk lulus dari tantangan ini. Dia tidak boleh kalah dari pertempurannya melawan musuh utamanya. Kemudian, dia terus berlari dan mengerahkan seluruh kekuatan yang ada dalam dirinya untuk mencari tempat persembunyian selanjutnya.

Lalu, sampailah ia pada padang golf nan asri. Hijau dengan tumbuhan indah. Dia terus mencari tempat yang dapat dijadikannya tempat beristirahat dari tantangan-tantangannya. Dia sudah tak mau bergerak, dia lelah. Dan akhirnya dia menemukan sebuah tempat yang menurutnya aman, sebuah lubang di padang golf itu. kemudian dia pun beristirahat lalu bergumam, “Oh nyaman sekali tempat ini, tidak ada lagi tantangan-tantangan yang harus kuhadapi.” Namun, beberapa saat kemudian, datanglah sebuah bola golf yang menghancurkan dirinya ketika beristirahat. Ya, dia mati di tempat yang nyaman.

Betapa terkadang diri tidak menyadari bahwa tantangan-tantangan atau yang lebih dikenal ujian itulah yang membuat kita terus bergerak dan berlari. Membuat otak ini terus berpikir mencari jalan keluar dan solusi. Menyadari heterogenitas dalam kehidupan sehingga mensyukuri persamaan yang didapatkan. Membuat nadi perjuangan terus berdenyut, jantung semangat terus berdetak dan nafas tak kenal lelah terus dihirup.

Di kondisi sebaliknya, di kondisi yang nyaman itulah yang membuat kita stagnan dalam gerak, terlenakan dengan angin yang menyejukkan namun mematikan. Teringat pesan Ustadz Rahmat Abdulloh (dengan sedikit perubahan) semoga Alloh memberi tempat terbaik untuknya “Angin yang kencang justru membuat sang monyet semakin kuat pegangannya, tapi angin yang sepoi-sepoi lah yang membuatnya terlena hingga pegangannya pun semakin longgar dan terjatuh.”

Yaa Alloh Yaa Muqtadir
Yang Maha Berkuasa
Sungguh tantangan dan ujian itu hadir karena kuasaMu
Kami mohon, kauatkanlah pundak kami untuk mengembannya
Dan kokohkanlah langkah kami untuk melewatinya
Jadikan kami hambaMu yang kuat dan lulus dalam ujianMu
Hingga Kau ridho dengan perjuangan kami
Dan merahmati kami hingga kami kan beristirahat di surgaMu
Amin yaa rabbal’alamin

Allohu’alam

http://www.facebook.com/home.php?filter=app_2347471856#/note.php?note_id=135071667889&ref=nf

This entry was published on September 5, 2009 at 11:19 am and is filed under Artikel. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: