Izzi_tea

Cashflow Quadrant..

Kemarin jalan-jalan baca note FB orang eh ketemu note nya Syauqi Robbani Cho (Putranya Abu Syauqi.. RZI) *Sorry bro namanya di sebut-sebut, hehe :D* tentang Cashflow Game (Permainan Cashflow yg dibuat Om Robert T Keosaki). Permainan CashFlow tapi berbentuk monopoli, dari situ lah aga bernostalgia sama bukunya Om Keosaki yang bisa dibilang banyak merubah saya tentang pola pikir terhadap “uang”. Buku pertama yang dibaca judulnya Rich Dad Poor Dad, sangat luar biazaaa sekali kesan pertama baca buku ini…. mengisahkan tentang kehidupan sang penulis (Robert T Keosaki), salah satu pelajaran yang sangat berharga ialah tentang pembagian tipe pekerjaan ato yg disebut Cashflow Quadrant. Dijelaskan bahwa manusia itu mempunyai 4 pilihan mencari rezeki :

CashFlow quadrantE : Employee
S : Self Employed
B : Business Owner
I : Investor

E dan S termasuk quadrant kiri
B dan I termasuk quadrant kanan

Employee (pegawai atau buruh)
Adalah orang yang mendapatkan uang dengan cara bekerja kepada orang lain, atau suatu sistem bisnis yang merupakan milik orang lain, atau kepada organisasi milik orang lain. Employee menjual waktu dan kemampuannya untuk memberikan added value kepada bisnis atau organisasi orang lain. Employee bisa saja seorang office boy, seorang salesman, seorang supervisor, seorang manager, presiden direktur perusahaan, PNS, bahkan presiden negara ini adalah seorang Employee. Ciri khas seorang employee adalah dia akan digaji berdasarkan waktu dan kemampuan yang diberikan, dan menerima gaji rutin bulanan atau periodik dengan jumlah tertentu dari orang lain, perusahaan, organisasi, atau bahkan dari negara.

Seorang employee bisa sukses atau bisa juga dipecat. Seorang employee, tidak akan memperoleh gaji apabila dia tidak bekerja. Setiap saat siap menerima kemarahan atasan atas performance kerja yang tidak baik. Menerima gaji bulanan yang jumlahnya tertentu, atau bahkan seringkali merasa kurang, tetapi tidak memiliki daya kemampuan untuk menaikkan gajinya sendiri. Sering berharap-harap cemas, mendapatkan kenaikan gaji suatu saat, dan berusaha bekerja dengan lebih keras untuk mendapat penilaian baik atas kinerjanya, dengan harapan akan dipromosikan dan dengan cara itu akan mendapatkan kenaikan gaji. Seorang employee memiliki atasan yang harus diikuti perintahnya dan menjaga hubungan baik dengan atasan tersebut agar tidak kehilangan pekerjaan.

Self Employed (bekerja sendiri)
Termasuk dalam self employed adalah orang-orang yang bekerja mandiri atau lepas. Biasanya mereka adalah seorang profesional yang memiliki keahlian tertentu. Ciri khas dari self employed adalah dia jalankan sendiri, dia lakukan sendiri, dan pemasukan dia terima sendiri. Contoh self employed adalah seorang dokter praktek di klinik sendiri, pengacara yang membuka biro sendiri, tukang cukur rambut pinggir jalan, pedagang asongan, calo angkot, penulis lepas, dan lain-lain. Mereka mendapatkan uang atas jual jasa dan tenaga mereka sendiri secara personal. Tetapi mereka tidak akan mendapatkan penghasilan apabila tidak bekerja, misalnya dokter tidak praktek, pedagang rokok tidak ngasong, maka mereka tidak akan mendapatkan uang.

Self employed lebih bebas daripada employee, karena mereka menjadi majikan sekaligus bawahan sendiri, semua diatur dan ditangani sendiri. Dari segi penghasilan mereka tidak menerima gaji rutin sebagaimana employee, penghasilan mereka naik turun sebanding dengan usaha dan doa mereka sendiri. Seorang self employed bisa saja memiliki seorang asisten atau pekerja, seperti dokter dibantu resepsionis dan perawat, tetapi tetap, tanpa dokter bekerja, maka tidak akan mendapatkan penghasilan. Semakin keras usaha self employed, maka semakin besar penghasilan yang diperoleh, misalnya seorang dokter ingin menambah pemasukan dengan cara menambah jam buka praktek, selain dengan promosi.

Business Owner (pemilik bisnis)
Bisnis owner memperoleh uang dari sistem yang dia buat. Toko dibuat dengan suatu sistem sehingga bisa berjalan sendiri ada kasir, ada bagian stok/logistik, ada supervisor, ada cleaning sercive, dan sebagainya yang diatur dan dibuat sistem perdagangan toko. Bisnis owner atau biasanya familiar kita sebut sebagai bisnisman/bisniswoman berusaha keras agar sistem yang dia bangun running well dan mendapatkan profit dari sistem bisnisnya. Ciri khas dari bisnis owner adalah bekerja tidak terikat waktu, dan penghasilan tidak berbanding lurus dengan waktu kerja yang di pergunakan. Meskipun dia tidak bekerja, seperti pemilik warnet, kalau sudah running well, maka warnet itu tetap memberikan pemasukan buat bisnis owner.

Seorang bisnis owner memiliki kekuasaan terhadap bisnis dan pekerjanya. Dia berhak memutuskan untuk mem-PHK pegawainya apabila tidak perform. Tetapi dia memiliki resiko yang jauh lebih besar dari employee dan self employee yaitu bangkrut. Apabila seorang employee gagal, hanya PHK konsekwensi logisnya, dan mungkin di bisa mencari pekerjaan lagi. Self employed demikian juga. Sedangkan seorang business owner biasanya memiliki resiko bangkrut yang berakibat lebih masive, menyangkut uang banyak dan nasib para pekerjanya. Tetapi kalau berjalan lancar, seorang business owner akan memperoleh pemasukan yang jauh lebih besar dari pekerja. Apakah anda pernah mendengar seorang pegawai memperoleh gaji lebih besar dari untung perusahaan? Untung perusahaan itulah pemasukan untuk bisnis owner.

Investor (penanam modal)
Investor adalah orang yang memperolah uang dari uangnya yang diputar. Penghasilan seorang investor juga tidak dipengaruhi oleh waktu kerja yang diberikan. Bahkan seorang investor bisa tidak bekerja sama sekali, dan uangnya yang bekerja untuk dia. Besar kecil pemasukan uang seorang investor ditentukan oleh pengetahuan dan keahlian dia dalam mengelola uang dan mendayagunakan uang yang dimilikinya agar menjadi lebih berguna dan menguntungkan. Investor bisa saja menginvestkan uangnya dalam bisnis riil atau dalam investasi finance. Contoh seorang investor adalah investor property, membeli rumah dan apartemen untuk dikontrakkan. Membeli saham dengan return dan pembagian dividend yang tinggi untuk dia, mengeluarkan uang investasi membuka warung bakso, yang dikelola oleh teman, membayar sejumlah uang untuk membeli franchise, membeli mobil untuk direntalkan dengan cara dititipkan ke perusahaan rental, seperti Cipaganti rental, dan lain-lain. Investor hanya memiliki tiga kemungkinan, rugi, impas, atau untung. Semakin mahir dia memutar uangnya, maka semakin deras uang mengucur. (http://www.investasigo.com/2009/04/ringkasan-cashflow-quadrant_29.html)

Di ke2 quadrant tersebut ada kekurangan dan kelebihannya… tentu yang banyak kelebihannya ya Quadrant Kanan, Quadrant dimana uang yang bekerja buat anda, bukan anda yang bekerja dengan uang. B : Business Owner dan I : Investor

Di Akhiri dengan tulisannya Ust anis Matta,  tentang “uang”…. kudu di baca untuk anda yang ingin memasukan “uang” ke dalam TANGAN anda, bukan ke dalam HATI anda, menjadikan uang sebagai ALAT bukan sebagai TUJUAN….

https://izziblog.wordpress.com/2008/12/12/uang/ >> hehe maaf numpang Promosi Blog lagi😉

//walaupun saat ini quadrant ku masih di kiri.. tapi Insya Allah cita-cita akan bergerak ke kanan… mau beresin target-target dulu neh,, *maaf ya masih OmdO,, tp mudah2an aja ada mamfaatnya :)*

Wallahu ‘alam Bishowab…..

This entry was published on Oktober 9, 2009 at 6:06 am and is filed under Yaumi. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: