Izzi_tea

Bangun Lagi,, Tidur Lagi…

“Bangun tidur tidur lagi
Bangun lagi tidur lagi
Bangun… tidur lagi
Ha ha ha ha

Habis bangun terus mandi
Jangan lupa senam pagi
Kalau lupa… tidur lagi
Ha ha ha ha”

Pasti ga asing kan sama kata-kata di atas, Lirik lagunya Alm Mbah Surif yang Fenomenal itu, lirik lagu yang simple tapi maknanya “Dalem” dan punya “Filosofi”… kenapa “Dalem” dan “Filosofis”??? karena lirik lagu tadi sudah di aplikasikan oleh beberapa Oknum ‘wakil rakyat’ kita (MPR ato DPR), lirik lagu yang menujukan *maaf* kemalasan,,, contoh nya neh..

Bpk. Taufik Kemas (Ketua MPR ‘Terhormat’😀 dari PDIP)

Coba baca (http://www.detiknews.com/read/2009/10/12/111738/1219773/10/taufiq-kiemas-mudah-mudahan-saya-bisa-datang-pukul-9-terus)

Ibu Ingrid Kansil (‘Artis😀’ Anggota DPR dari Partai Demokrat)

Dan Coba baca (http://www.detikhot.com/read/2009/10/13/170816/1220806/230/jadi-anggota-dpr-ingrid-kansil-belajar-bangun-pagi?992205207)

Bangun Lagi… Tidur Lagi… Bangun Tidur Siang Terusssss,, Aduhhh.. mungkin setelah anda baca berita dari detik.com tadi, sebagian ada yg mengurut dada (Kecewa), marah, berdo’a (mudah-mudahan cepet diganti sama yg lebih baik.. heheh🙂, dll.. sampe-sampe klo baca comment di detik.com, Wiuhhh parah banget dah (banyak yg ngomong ga baik)

Rakyat = Pempimpin

Ada ungkapan,,, pemimpin itu menunjukan apa yg dipimpinnya.. dalam arti kualitas suatu bangsa itu terletak dari kualitas pemimpinnya, klo pemimpinnya berkualitas. ya, *Insya Allah* rakyat nya juga berkualitas.. tapi klo Pemimpinnya KEBLUK (tidur mulu). Ya, rakyat nya juga banyak yg KEBLUK (tidur mulu, ga gerak-gerak.. apalagi LARI).. sebab bagaimanapun juga pemimpin ialah tauladan bagi yg dipimpinnya. *Maaf*kenapa Bangsa kita (Indonesia, Tercinta) saat ini terus terpuruk dalam “kebodohan dan kemiskinan” ya,bisa jadi *memang* salah satu penyebabnya ialah terpilihnya pemimpin-pemimpin ya tidak berkualitas. Contohnya ketika pemilihan ketua MPR yg lalu, yg notabene pemilihan ketua lembaga tertinggi di negara ini.. dan ternyata hasilnya Saudara-saudara,, terpilih Bpk.Taufik Kemas (Ketua MPR 2009-2014), maaf bukan ingin membuka aib seseorang ato mendahulukan berprasangka buruk, tapi Faktanya sudah menunjukan kinerja beliau ketika masih di berikan amanah sebagai anggota DPR RI periode kemarin yang klo di hitung-hitung beliau (Bpk.Taufik Kemas) ssssering bolos… Nah sekarang di pilih oleh orang2 yg tidak bertanggung jawab, APA KATA DUNIA *hehehe :D*.. tapi calon pemimpin yang *Insya Allah* sudah terbukti Shaleh secara Sosial & Individu (HNW🙂,, malah ga dipilih.. Ahhh APA KATA DUNIA… *lagi*😀

Kualitas Kepemimpinan salafus shaleh

Seperti kualitas buah-buahan.. ada yg Bagus ada yang Busuk, Nah sekarang kita ngomongin yg bagus-bagusnya… contohnya nih kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz

Meski berat hati menerima jabatan khalifah, Umar menunaikan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab. Keluarganya mendukung dan selalu mengingatkan Umar untuk bekerja keras memakmurkan dan menyejahterakan rakyat. Sang anak, Abdul-Malik, tak segan-segan untuk menegur dan mengingatkan ayahnya agar bekerja keras memperhatikan negara dan rakyat yang dipimpinnya.

Selepas diangkat menjadi khalifah, Umar yang kelelahan mengurus pemakaman Khalifah Sulaiman berniat untuk tidur. ‘’Apakah yang sedang engkau lakukan wahai Amirul Mukminin?’’ ujar Abdul Malik.

‘’Wahai anakku, ayahmu letih mengurusi jenazah bapak saudaramu dan ayahmu tidak pernah merasakan keletihan seperti ini,’’ jawab Umar. ‘’Lalu apa yang akan engkau lakukan ayahanda?’’ tanya sang anak. ‘’Ayah akan tidur sebentar hingga masuk waktu zuhur, kemudian ayah akan keluar untuk shalat bersama rakyat,’ ucap Umar.”

Lalu Abdul-Malik berkata, ‘’Wahai ayah, siapa yang menjamin engkau akan masih hidup sampai waktu zuhur? Padahal sekarang engkau adalah Amirul Mukminin yang bertanggung jawab untuk mengembalikan hak-hak orang yang dizalimi.’’

Umar pun segera bangkit dari peraduan sembari berkata, ‘’Segala puji bagi Allah yang mengeluarkan dari keturunanku, orang yang menolong aku di atas agamaku.’’

Subhanallah… Allahu Akbar…. Dasyat… Luarrr Biazzaaa…. Begitulah pemimpin berkualitas. Sekarang coba bandingkan sama berita dari detik.com di atas… Wahhh, bagai Langit dan Bumi, yg satu berada di tempat ‘tinggi’ yg satu di tempat ‘rendah’, (tempat yg selalu di injak-injak). Kisah di atas cuman 1 contoh saja… ada be-ribu-ribu kisah Dasyaat lainnya,, Eh tapi itu kan dulu, sekarang ya beda lagi!!!,, Eitsss Tenang kawan, sekarang juga ada ko seperti itu, para pemimpin yang memberikan tauladannya, cuman kurang di-Expose saja (kebanyakan pemberitaan media seneng sama yg “Busuk-busuk” saja🙂.. pingin contohnya, Nih KASIH DAHHHHH…😀, (http://www.4shared.com/file/65509844/857a2ac9/bukan-di-negeri-dongeng.html) kumpulan kisah-kisah Luarrr biazaaa yg sempet ‘ter-abadikan’…  epik sejati yg bisa bikin kita ngomong… Ah ini mah di Negri Dongeng, tapi ada yg jawab “Bukan di Negri Dongeng” *ko, judul buku nya… cuy :D*… Tenang Cuy “HARAPAN ITU MASIH ADA*

Cuman ngingetin, u/ Bpk-Bpk,Ibu-ibu “terhormat”😀

Ciri-ciri munafik yang paling jelas menurut Nabi adalah meninggalkan shalat berjamaah, terutama shalat isya dan shubuh, “Laisa sholatun atsqolu ‘alal munaafiqiina minal fajri wal-‘isyaa-i, wa lau ya’lamuuna maa fiihimaa la-atauhumaa wa lau habwan, Tak ada shalat yang lebih berat menurut orang-orang munafik melebihi (beratnya) shalat shubuh dan isya’. Seandainya mereka mengetahui pahala pada keduanya, niscaya mereka akan datang (berjamaah) meskipun dengan merangkak…” (Muttafaq Alaih).

Tentang keutamaan shalat shubuh dan isya’ berjamaah, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang shalat isya’ secara berjamaah, seakan-akan shalat separuh malam. Siapa yang shalat shubuh berjamaah, seakan-akan shalat sepanjang malam”. (HR. Muslim).

>> kita berharap… smoga Allah menguatkan kita agar bisa menjaga Sholat Isya dan Shubuh berjammah “terkhusus u/ laki-laki <<

Jadi Bpk-Bpk dan Ibu-Ibu yang saya “Hormati dan Banggakan” klo bangunnya siang…. Ehmm sholat subuh nya jam berapa?? Eh ato di satuin jadi Subha = Subuh + Dhuha?, Eh ato Ga Sholat? Naudzubillah…. “Mudah-mudahan Saya Bisa Datang Pukul 9 Terus” kata Bpk.Taufik Kemas.. mudah-mudahan Allah mengaruniakan Hidayah kepada Bpk sebagai “pemimpin” ato Mudah-mudahan Allah MENGGANTI nya dengan GENERASI YANG LEBIH BAIK… Amin

Eh iya ada satu lagi…. Dikutip dari bukunya : Dr. Raghib As-Sirjani yg berjudul “Misteri Sholat Shubuh”

Seorang penguasa Yahudi berkata, “Kami baru takut kepada umat Islam jika mereka telah melaksanakan shalat Subuh seperti melaksanakan shalat Jum’at.”

Di balik pelaksanaan dua rekaat di ambang fajar, tersimpan rahasia yang menakjubkan. Banyak bermasalahan yang, bila dirunut, bersumber dari pelaksanaan shalat Subuh yang disepelekan. Itulah sebabnya, pada shahabat Nabi berusaha sekuat tenaga agar tidak kehilangan waktu emas itu. Pernah, suatu ketika mereka terlambat shalat Subuh dalam penaklukan benteng Tastar. “Tragedi ini membuat shahabat semisal Anas bin Malik selalu menangis bila mengenangnya.”

Yang menarik, Subuh ternyata juga menjadi waktu peralihan dari era jahiliyah menuju era tauhid. Kaum Ad, Tsamud, dan kaum pendurhaka lainnya, dilibas petaka pada waktu Shubuh–yang menandai berakhirnya dominasi jahiliyyah dan munculnya cahaya tauhid.”

// Nah itu sedikit cuap-cuap yg ingin saya diskusikan.. karena Negri ini sudah BOSAN dengan para pemimpin “BUSUK”…. Negri ini butuh Pemimpin yang : Bersih, Peduli, Profesional dalam mengurus negara.. bukan begitu kawan!!!😀 n mudah-mudahan lagunya Alm Mbah Surif “Bangun Lagi.. Tidur Lagi”.. Bangun Kesiangan Lagi, cuman jadi RBT aja, ga jadi karakter *Oknum* pemimpin Indonesia, TerCinTaaa…🙂

This entry was published on Oktober 13, 2009 at 1:43 pm and is filed under Dunia Dakwah. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: