Izzi_tea

Amanah itu seperti Cinta

Dua hari yang lalu baca salah satu teman di FB (walaupun cuman ‘kenal’ namanya saja.. hehe, maaf🙂 ), gini isi statusnya “Amanah itu seperti cinta, ketika datang tak bisa ditolak”.. emm,, mantep analoginya : Amanah itu ibarat Cinta… ketika ia datang tak bisa (susah) di tolak..😀

Tapi bentar neh… (jujur :D) obrolan ini bukan mau ngomongin Cinta-cinta-an,, tapi lebih kepada amanah itu tadi. Sebab setiap manusia diberikan Amanah oleh Allah berupa kehidupan, harta, ilmu, iman (amanah yg paling berharga). Tapi ko kenapa di kait-kaitkan dengan cinta, apa ada hubungannya?… Nah itu dia yang ingin saya obrolkan bareng Fren-fren semua.. Antara Amanah dan Cinta (Buseettt Bahasanya Beurrattt euy :P)

OK.. semua pasti setuju klo 5 huruf ini (C-I-N-T-A) ga akan pernah bosen di bicarakan, ga akan pernah habis jadi tema sebuah karya yang di-explore oleh para penulis, sastrawan, pujangga, dll… pokoknya ga ada matinya selama kehidupan ini masih ada, dan pastinya semua orang pernah merasakan ‘jatuh’ CInta (Fallin’ In Love.. hahayyy ), klo ga pernah perlu dipertanyakan tuh😛, Nah tau kan gimana rasanya… emmm,, Manis-Asem-Asin, RAME RASANYA (Nano-Nano dunk..!!), ya, terkadang Manis, terkadang Asem, terkadang Asin juga😀, pokoknya campur aduk dah… tapi di tengah kecampur adukan itu, kita semua ‘menikmati’ rasa itu… RAME RASANYA… (STOppppp… ngobrolin Cintanya sampe disini saja, bisa panjang ceritanya,, bisa berabe ntar… he.. he..he)

SO, begitulah dengan Amanah, tak terkecuali amanah Dakwah. Seperti obrolan Cinta di atas, banyak rasanya, Manis, Asem, Asin…. Karena saya pun merasakan hal itu, ketika ada amanah Dakwah terkadang Manis terasa jika : Amanah bisa di jalankan dengan baik, sesuai dengan harapan. Tapi kadang terasa Asem dan Asin jika : Amanah yang kita emban tidak bisa optimal, saling bentumpukan antara amanah satu dengan yg lain, ga ada yang bantu nyelesain amanah(he..he..he). tapi setelah saya teliti lebih jauh, tenyata ada sedikit perbedaan : Cinta, walaupun kadang Manis, Asem, Asin. Tapi kita bisa ‘menikmatinya’, beda halnya dengan Amanah (Dakwah) walaupun kadang Manis, Asem, Asin. Tapi sering kali kita TIDAK bisa ‘menikmatinya’… kenapa???, saya coba jawab sendiri : karena kita masih belum IKHLASH, coba lihat dan dengarkan.. ada saja kader Dakwah yang ber-keluh akan amanahnya, Cape lah, Lelah lah, Bosen lah, BT lah,,,, dan lah-lah lainnya (asal jangan wulan Jamilah.. he..he.. maaf intermezzo), padahal jika di hitung.. paling cuman beberapa amanah, itu juga amanah yang ga strategis yang apabila kita bandingkan dengan para kader Dakwah yang tidak ber-keluh, amanah yg mereka emban jauh lebih banyak dan lebih berat.. jangan jauh2 membandingkan dengan Rasulullah dan para Sahabat yang Super banyak dan berat amanahnya, sudah banyak ko contohnya di era informasi ini, banyak kisah mengharu biru memperjuangkan perjuangan dakwah (maaf ga bisa di sebutin disini, kepanjangan.. salah satunya buku “Bukan di Negri Dongeng” baca saja sendiri OK). Berkaitan dengan obrolan tadi, ada satu rangkaian kata penuh makna dan semangat…

Ketika waktu terasa begitu sempit, Allah ingin menunjukkan pada kita begitu berharganya waktu…
Ketika tubuh terasa letih, Allah ingin mengingatkan begitu lemahnya manusia…
Semua itu dengan kekuasaanNya…
Allah ingin meninjukkan bahwa cintaNya tak pernah habis untuk hamba-hambanya…

Jika Dakwah adalah jalan yang panjang, jangan pernah berhenti sebelum menemukan penghujungnya…
Jika bebannya berat, jangan minta yang ringan, tapin mintalah punggung yang kuat untuk menopangnya…
Jika pendukungnya sedikit, jadilah yang sedikit itu…
Semoga kita termasuk orang-orang yang sedikit itu…

ketika ‘beban’ berat Dakwah kita hadapi, jangan lah minta di ringankan, jangan lah ber-keluh, tapi mintalah PUNGGUNG yang KUAT untuk menopangnya, tapi mintalah JIWA yang LAPANG untuk besabar di jalan-Nya, Sebab tak sedikit yang berguguran di jalan ini.

Sabarlah wahai saudaraku
Tuk menggapai cita
Jalan yang kau tempuh sangat panjang
Tak sekedar bongkah batu karang

Yakinlah wahai saudaraku
Kemenangan kan menjelang
Walau tak kita hadapi masanya
Tetaplah al-Haq pasti menang

Tanam di hati benih iman sejati
Berpadu dengan jiwa Rabbani
Tempa jasadmu jadi pahlawan sejati
Tuk tegakkan kalimat Ilahi

Pancang tekadmu jangan mudah mengeluh
Pastikan azzam-mu smakin meninggi
Kejayaan Islam bukanlah sekedar mimpi
Namun janji Allah yang Haq dan pasti..!”

By IZZIS (Jalan Juang)

*NB : buat empunya status.. maaf statusnya saya bahas🙂

This entry was published on Januari 14, 2010 at 11:43 pm and is filed under Dunia Dakwah. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

2 thoughts on “Amanah itu seperti Cinta

  1. Cinta itu sperti amanah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: