Izzi_tea

Harus nya yang Matre itu COWO

Judul nya rada-rada gender uey… tapi tenang judul tidak mencerminkan isi😀,

Jadi berawal dari sebuah kisah nyata, di salah satu organisasi Remaja Masjid di sebuah daerah di bandung, tepatnya Kircon City😀, singkat cerita.. ada salah seorang teman kami yang melahirkan (yang pastinya akhwat :D), nah kita pun bersepakat mau nengok dan sekalian ngasih ‘sesuatu’.. ketika sebelum berangkat ke TKP kita kumpul dulu di basecamp (masjid :D) untuk berembuk ‘sesuatu’ yang di bawa itu apa, ada 2 kelompok pada saat itu.. Ikhwan dan Akhwat (looo emang ada jenis kelompok lain :P). akhirnya diskusi ‘sesuatu’ pun dimulai :

A : Akhwat

I : Ikhwan

A : eh gimana, apa yang mau di bawa buat teh*****?

A & I : (berpikir dan terdiam sejenak)

I : (Thinnggg –bunyi tanda ada ide- :D) -semua berkata- UANG saja…

A : Ahhhh???? Wakakakakakaka, dasar yang di pikirin uang terus dasar MATRE

I : (jawaban) Eh, harus donk.. jaman sekarang mah arus EmansiKerbau laki-laki yang harus matre… &#^%@#&*????

Nah.. sodara-sodara, bisa mengambil hikmah dari kisah di atas? (boro-boro, yang ada lieurr.. kisahnya aneh.. hehe).

Sekedar pendapat saja

Laki-laki HARUS MATRE

Sebentar… jangan berprasangka buruk dulu, walaupun memang kata ‘matre’ berkonotasi negative yang artinya ‘matrealistis’ alias hubbud dunya (cinta dunia), ‘matre’ sering kita temui menjadi sebuah ‘julukan’ bagi sebagian oknum laki-laki dan perempuan yang me-No satu kan harta di bandingkan dengan yang lain, itu arti ‘matre’  dalam arti negative, sekarang dalam arti positif (menurut saya :D) ‘matre’ dalam hal positif yaitu ‘rajin’ nyari duit, tentunya nyari duit dari yang halal untuk yang halal.

Kewajiban seorang Laki-laki

Jelas sekali di dalam Al-Qur’an, Allah SWT ‘menunjuk’ laki-laki menjadi qowwam (Al-rijalu qowwamunaala alnisa (Kaum lelaki adalah pemimpin bagi kaum wanita) – An-nisa ayat 34), peran menjadi seorang pemimipin bagi seorang laki-laki menjadi sebuah keharusan, tapi arti pemimpin di sana bukan membedakan kedudukan hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan, semuanya sama di mata Allah yang membedakan hanya ketaqwaan saja. Tapi ada pembagian tugas di antara keduanya dimana anatar laki-laki dan perempuan mempunyai peran besar dalam hal apapun juga, sebagai pembagian peran tersebut Allah SWT menganugrahkan berbagai kekuatan dan kelemahan antara laki-laki dan perempuan, dimana kekuatan dan kelemahan tersebut akan tersinergikan menjadi sesuatu yang INDAH (aduhhh eta mah judul lagu Padi .. hehe) bila ke dua nya mengerti peran masing-masing. Nah.. setelah sedikit bercuap-cuap tentang ke sinergisan😀 ijin kan saya berkata bahwa : LAKI-LAKI ITU HARUS MATRE… Looo?? karena bagi-bagi peran, perempuan kan sudah mengandung, melahirkan, mengurus (suami :D) keluarga, dll… laki-laki ya cari nafkah, menaungi keluarga (istri :D), menjaga, mendidik, dll, So… klo misalnya laki-laki Matre (dalam arti Positif) Harus tuh.. kan bagi-bagi tugas,, serta menjadi sebuah IZZAH bagi seorang laki-laki untuk berusaha, gitu sodara-sodara😀

Masih panjang…….

Eitsss… belum beres, sebenernya cuap-cuap ini ‘terinspirasi’ ketika saya membaca sebuah kisah nyata penyesalan seorang istri. Penyesalan terhadap ‘ketidak mengertian’ seorang istri ketika suami ‘Matre’ (dalam arti Positif :D)… silahkan membaca :

suamiku kini tlah tiada dan penyesalanku yg terus ada

Ini adalah kisah nyata di kehidupanku
Seorang suami yg kucintai yang kini telah tiada
Begitu besar pengorbanan seorang suamiku pada keluargaku
Begitu tulus kasih sayangnya untukku dan anakku
Suamiku adalah seorang pekerja keras. Dia membangun segala yang ada di keluarga ini dari nol besar hingga menjadi seperti saat ini. Sesuatu yang kami rasa sudah lebih dari cukup.

Aku merasa sangat berdosa ketika teringat suamiku pulang bekerja dan aku menyambutnya dengan amarah,tak kuberikan secangkir teh hangat melainkan kuberikan segenggam luapan amarah.
Selalu kukatakan pada dia bahwa dia tak peduli padaku,tak mengerti aku,dan selalu saja sibuk dengan pekerjaannya.
Tapi kini aku tahu.
Semua ucapanku selama ini salah.dan hanya menjadi penyesalanku karena dia telah tiada.
Temannya mengatakan padaku sepeninggal kepergiannya.
Bahwa dia selalu membanggakan aku dan anakku di depan rekan kerjanya.
Dia berkata, “ setiap kali kami ajak dia makan siang,mas anwar jarang sekali ikut kalau tidak penting sekali,alasannya slalu tak jelas. Dan lain waktu aku sempat menanyakan kenapa dia jarang sekali mau makan siang, dia menjawab, “ aku belum melihat istriku makan siang dan aku belum melihat anakku minum susu dengan riang.lalu bagaimana aku bisa makan siang.” Saat itu tertegun,aku salut pada suamimu. Dia sosok yang sangat sayang pada keluarganya. Suamimu bukan saja orang yang sangat sayang pada keluarga,tapi suamimu adalah sosok pemimpin yang hebat. Selalu mampu memberikan solusi-solusi jitu pada perusahaan.”
Aku menahan air mataku karena aku tak ingin menangis di depan rekan kerja suamiku. Aku sedih karena saat ini aku sudah kehilangan sosok yang hebat.

Teringat akan amarahku pada suamiku,aku selalu mengatakan dia slalu menyibukkan diri pada pekerjaan,dia tak pernah peduli pada anak kita. Namun itu semua salah. Sepeninggal suamiku. Aku menemukan dokumen2 pekerjaannya. Dan aku tak kuasa menahan tangis membaca di tiap lembar di sebuah buku catatan kecil di tumpukan dokumen itu, yang salah satunya berbunyi, “ perusahaan kecil CV.Anwar Sejahtera di bangun atas keringat yang tak pernah kurasa. Kuharap nanti bukan lagi CV.Anwar Sejahtera, melainkan akan di teruskan oleh putra kesayanganku dengan nama PT. Syahril Anwar Sejahtera. Maaf nak, ayah tidak bisa memberikanmu sebuah kasih sayang berupa belaian. Tapi cukuplah ibumu yang memberikan kelembutan kasih sayang secara langsung. Ayah ingin lakukan seperti ibumu. Tapi kamu adalah laki-laki. Kamu harus kuat. Dan kamu harus menjadi laki-laki hebat. Dan ayah rasa,kasih sayang yang lebih tepat ayah berikan adalah kasih sayang berupa ilmu dan pelajaran. Maaf ayah agak keras padamu nak. Tapi kamulah laki-laki. Sosok yang akan menjadi pemimpin,sosok yang harus kuat menahan terpaan angin dari manapun. Dan ayah yakin kamu dapat menjadi seperti itu.”
Membaca itu,benar2 baru kusadari.betapa suamiku menyayangi putraku.betapa dia mempersiapkan masa depan putraku sedari dini. Betapa dia memikirkan jalan untuk kebaikan anak kita.

Setiap suamiku pulang kerja. Dia selalu mengatakan, “ ibu capai?istirahat dulu saja”
Dengan kasar kukatakan, “ ya jelas aku capai,semua pekerjaan rumah aku kerjakan. Urus anak,urus cucian,masak,ayah tahunya ya pulang datang bersih.titik.”
Sungguh,bagaimana perasaan suamiku saat itu. Tapi dia hanya diam saja. Sembari tersenyum dan pergi ke dapur membuat teh atau kopi hangat sendiri. Padahal kusadari. Beban dia sebagai kepala rumah tangga jauh lebih berat di banding aku. Pekerjaannya jika salah pasti sering di maki-maki pelanggan. Tidak kenal panas ataupun hujan dia jalani pekerjaannya dengan penuh ikhlas.

Suamiku meninggalkanku setelah terkena serangan jantung di ruang kerjanya.tepat setelah aku menelponnya dan memaki-makinya. Sungguh aku berdosa. Selama hidupnya tak pernah aku tahu bahwa dia mengidap penyakit jantung. Hanya setelah sepeninggalnya aku tahu dari pegawainya yang sering mengantarnya ke klinik spesialis jantung yang murah di kota kami. Pegawai tersebut bercerita kepadaku bahwa sempat dia menanyakan pada suamiku.
“pak kenapa cari klinik yang termurah?saya rasa bapak bisa berobat di tempat yg lebih mahal dan lebih memiliki pelayanan yang baik dan standar pengobatan yang lebih baik pula”
Dan suamiku menjawab, “ tak usahlah terlalu mahal. Aku cukup saja aku ingin tahu seberapa lama aku dapat bertahan. Tidak lebih. Dan aku tak mau memotong tabungan untuk hari depan anakku dan keluargaku. Aku tak ingin gara-gara jantungku yang rusak ini mereka menjadi kesusahan. Dan jangan sampai istriku tahu aku mengidap penyakit jantung. Aku takut istriku menyayangiku karena iba. Aku ingin rasa sayang yang tulus dan ikhlas.”
Tuhan..Maafkan hamba Tuhan,hamba tak mampu menjadi istri yang baik. Hamba tak sempat memberikan rasa sayang yang pantas untuk suami hamba yang dengan tulus menyayangi keluarga ini. Aku malu pada diriku. Hanya tangis dan penyesalan yang kini ada.

Saya menulis ini sebagai renungan kita bersama. Agar kesalahan yang saya lakukan tidak di lakukan oleh wanita-wanita yang lain. Karena penyesalan yang datang di akhir tak berguna apa-apa. Hanyalah penyesalan dan tak merubah apa-apa.
Banggalah pada suamimu yang senantiasa meneteskan keringatnya hingga lupa membasuhnya dan mengering tanpa dia sadari.
Banggalah pada suamimu,karena ucapan itu adalah pemberian yang paling mudah dan paling indah jika suamimu mendengarnya.
Sambut kepulangannya di rumah dengan senyum dan sapaan hangat. Kecup keningnya agar dia merasakan ketenangan setelah menahan beban berat di luar sana.
Sambutlah dengan penuh rasa tulus ikhlas untuk menyayangi suamimu.
Selagi dia kembali dalam keadaan dapat membuka mata lebar-lebar.
Dan bukan kembali sembari memejamkan mata tuk selamanya.

Teruntuk suamiku.
Maafkan aku sayang.
Terlambat sudah kata ini ku ucapkan.
Aku janji pada diriku sendiri teruntukmu.
Putramu ini akan kubesarkan seperti caramu.
Putra kita ini akan menjadi sosok yang sepertimu.
Aku bangga padamu,aku sayang padamu.

Istrimu
Rina

Pesan Bang Jajang…😛

Mengharu biru kisahnya, menjadi sebuah pembelajaran bagi kita akan pentingnya sebuah ‘pengertian’ dan ‘komunukasi’ dalam sebuah rumah tangga (itu juga katanya :D). yang katanya juga pengertian adalah salah satu pondasi utuhnya sebuah rumah tangga, bagaimana seorang laki-laki (Suami) yang harus mengerti kondisi Perempuan (Istri), saat istri ngomel-ngomel disebabkan semua pekerjaan berat rumah tangga ia kerjakan yang butuh pundak untuk bersandar, tempat curhat dll dan bagaimana pula pengertian seorang perempuan (istri) ketika kelelahan Laki-laki (Suami) yang lelah bekerja seharian banting keringat peras tulang (ehhh kebalik.. maaf :D), yang memerlukan belaian lembut seorang istri, dll…

Sudah dulu OK… klo ada masukan, kritik (singkong), atom au transfer uang😀, silahkan di tunggu commentnya.. Monggo

This entry was published on April 25, 2010 at 4:36 am and is filed under .: Serial Cinta :.. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

2 thoughts on “Harus nya yang Matre itu COWO

  1. nih comment😀

    baru tahu. keren nih artikel. disebar goleh?😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: