Izzi_tea

share : setahun ng-oDesk

125977227

Kurang lebih sudah setahun saya menjalani “profesi” sebagai Freelancer online, penuh dengan suka-duka, Alhamdulillah selama ini lebih banyak suka dari pada duka nya😀

Tapi baiknya sebelum ngobrolin suka dan duka sebagai Freelancer online, kita harus tau dulu apa sih pekerjaan ini.. hmm, dan ini juga yang saya prihatinkan dengan banyaknya orang yang tidak tahu apa itu ‘Freelancer’ dan menganggap sebelah mata profesi ini.

Ok.. Freelancer  Menurut Wikipedia, freelance (pekerja lepas) adalah seseorang yang bekerja sendiri dan tidak berkomitmen kepada majikan jangka panjang tertentu. Contohnya yaitu programmer, juru tulis, photographer, designer dan lain sebagainya yang bekerja tanpa ikatan dengan institusi atau perusahaan tertentu.

Freelancer juga terbagi menjadi 2, ada freelancer offline dan online, sudah jelas dari namanya sendiri Freelancer online dan offline mempunyai perbedaan pangsa pasar, yang satu nyari project di dunia online dan satu lagi sebaliknya, tetapi prinsip dasarnya sama yaitu ‘pekerja lepas’

Untuk Freelancer online sendiri mempunyai garapan bidang yang luas, tapi rata-rata semua bersentuhan dengan dunia IT, tapi ada juga bidang tidak berkaitan dengan IT, seperti konsultan hukum, walaupun memang untuk dinegara berkembang seperti Indonesia hal tersebut masih jadi bidang yang ‘tabu’ untuk di Freelancer kan, sebab jangankan orang yang bekerja diluar dunia IT, orang IT pun belum banyak yang ‘ngeh’ mengenai profesi Freelancer IT😀

Bagi seorang Freelancer online ada banyak tempat untuk mencari project, dalam bahasa kerennya di sebut ‘marketplace’, marketplace adalah “Pasar” yang jika didefinisikan yaitu Tempat dimana bertemunya transaksi antara penjual dan pembeli*, dalam hal ini saya berbicara mengenai jualan ‘jasa’, menjadi penjembatan antara kita sebagai contractor ‘jasa’ dengan klien yang punya ‘project’

Beberapa marketplace

–       Elance.com

–       Guru.com

–       oDesk.com

–       Dan masih banyak lagi😀

Dari berbagai macam marketplace, oDesk.com menjadi pilihan saya, kenapa? Ya karena saya baru dapet kerjaan dari situ, serta kerjaan yang dari oDesk pun sekarang aga kewalahan, jadi belum bisa nyoba cari project di tempat yang lain.

 

Berawal

Saya punya sahabat bernama aditya agustina, dia ini orangnya baik hati, tidak sombong dan rajin menabung, hehe… beliau lah yang paling ber-sejarah dalam perjalanan saya mengarungi dunia per-Freelancer-an😀, beliau lah yang “menjerumuskan” dan dengannya saya ber-syukur, Alhamdulillah banyak kebaikan yang saya dapatkan, dan semoga Allah membalas dengan sebaik-baiknya kebaikan🙂

 

Lalu apa yang saya dapatkan

–       Uang

Yaps.. tidak dipungkiri lagi uang ialah salah satu motivasi yang paling tinggi saya menjalani profesi freelancer, sebab sebagai seoarang designer ‘dadakan’ seperti saya ini, berharap bisa dapet penghasilan 3 juta/bulan kayanya sangat-sangat dan teramat sangat berat, hehe.. hmm.. susah ngejelasinnya, harus jadi seoang designer dulu, baru bisa mengerti kenapa saya bilang begitu..😀

Gimana di oDesk? Bisa dapet 10x lipat dari UMR atau bahkan cuman dapet ½ dari UMR (hitungannya per-bulan), namanya usaha ya naik turun.. klo mau stabil mah jadi karyawan aja😀, tapi selama 1 tahun Alhamdulillah penghasilan terbesar saya 10x UMR dan penghasilan terkecil saya 1 ½ UMR.. jadi klo di rata-rata kan sih lebih besar dari UMR dan lebih besar dari 3jt/bulan, hehe

Walaupun memang penhasilan saya di atas tidak bisa jadi patokan seorang Freelancer, yang namanya ‘jualan’kan beda-beda, ada yang lebih tinggi, ada juga yang lebih rendah

–       Waktu

Ini alesan ke-2 kenapa saya pilih freelancer, sebab waktunya itu loh “free”.. tidak terikat jam ‘kantor’, bisa kerja kapanpun, bisa kerja dimanapun, bisa menghemat waktu tempuh yang biasa dihabiskan klo jadi karyawan (perjalanan pergi ke kantor yang muaceeet :D), bisa libur saat orang lain kerja, dan bisa kerja saat orang lain libur #duhh.. pokoknya asyik dah.. hehe

Eitsss.. jangan salah, walaupun Freelancer itu punya waktu yang “free” tidak serta merta dia menyepelekan sebuah tanggung jawab terhadap pekerjaannya, tanggung jawab harus jadi acuan utama, entah itu tentang deadline pekerjaan, kwalitas, dll

–        ‘Penghargaan’

Saya juga baru tau ternyata hamper semua klien saya yang orang ‘luar’ itu baik-baik semua, di setiap email pasti bilang terima kasih, pekerjaan kita sering di apresiasi, itu jadi nilai + pekerjaan Freelancer online, dikit-dikit terima kasih, terima kasih ko dikit-dikit.. hehe

Aga sedikit berbeda ketika saya mengerjakan project local, apresiasi terhadap proses kerja kita aga kurang, dan apresiasi ‘bayaran’ (pastinya) juga kurang.. xixixi

–        Berat Badan😀

Dulu BB saya cuman 48kg dengan TB 168cm, kurus banget kan, Alhamdulillah sekarang jadi 61kg (target bisa nyampe 68-70kg :D), Nah itu karena Freelancer, eh.. engga dink, sebenernya itu karena sekarang ruting fitness, trus apa hubungannya Freelancer dengan Fitness? Ga ada sih😀, cuman karena waktu yang bisa di atur, jadwal fitness bisa 5 hari se-minggu, senin sampe jum’at.. hari sabtu biasanya di lanjut renang atau kadang istirahat, jadi dengan olah raga ter-atur maka pola hidup pun sedikit berubah, termasuk makan dan tidur.

Harapan saya sih bukan hanya sekedar penambahan BB🙂, atau bukan sekedar ngegedein tubuh aja, tapi ada sebuah ‘niatan lain’ untuk dapet tubuh proposional, Insya Allah untuk hal ini saya tulis alasannya.

 

Capaian

Bukan bermaksud sombong, sebab saya tau banyak yang lebih dari saya, ini juga masih dalam tahap newbie, masih banyak proses yang harus saya jalani…

Alhamdulillah, saya ber-syukur dengan jalani Freelancer selama 1 tahun, saya dapet beli motor sport (walaupun cuman 150cc :D), bisa bayar DP rumah (KPR), bisa punya tabungan logam mulia, bisa beli gadget yang katanya aga keren😀 … nah dengan sedikit capaian itu saya berpikir.. hmmm, klo masih jadi karyawan apa bisa saya beli barang-barang diatas.. xixixi

Sementara itu dulu.. nanti klo sudah 2 tahun Freelancer, Insya Allah nanti saya tulis lagi kesan-kesan nya😀

 

*sumber gambar : http://www.gettyimages.com/detail/photo/caucasian-man-34-years-old-beach-with-high-res-stock-photography/125977227

This entry was published on Januari 16, 2013 at 12:34 pm. It’s filed under Yaumi and tagged , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: