http://desktopped.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2011/03/apple-work-and-tv-1.jpg

Kali ini posting bener-bener murni curhatan.. eh bukannya yang kemarin-kemarin semuanya curhatan *duh :mrgreen: , ya gpp lah kan namanya juga berbagi, berbagi curhatan.. hehe

Langsung aja ya, gini bro mau ngobrolin tentang pengalaman saya “ngantor” di rumah, Ya. Kurang lebih hampir 3 bulanan saya kerja di rumah yang berprofesi sebagai “pemantau monitor” alias yang suka nongkrongin monitor, alias secara spesifiknya sebagai seorang freelancer web Design & front End Developer.. wihhh keren kan :D , tapi ya tetep walaupun keliatannya keren sebenernya mah sih status nya masih sebagai seorang “kuli”.. udah mah kuli ditambah newbie lagi, beuhh -_-, eitsss tapi setidaknya saya berani beralih quadran dari E ke S dan ternyata sodara-sodara… ber-alih quadran itu ga gampang loohh, perlu perjuangan yang cukup berat, dimana perjuangan yang paling berat ialah “melawan diri sendiri”, sebab saya setuju dengan salah satu artikel di ruangfreelance.com yang menyebutkan bahwa diri sendiri ialah bos yang paling buruk (http://www.ruangfreelance.com/2009/06/05/bos-yang-paling-buruk-diri-sendiri/).. Ya, di quadran S tersebut saya jadi lebih bisa belajar tentang managemen diri, self motivation, sesuatu yang aga sulit saya “dapatkan” jika masih berada di quadran E. hehe

Eh udah ngaler ngidul, kembali ke judul tentang suka duka nya ngantor di rumah.. jadi gini bro cerita nya neh saya lagi belajar “mandiri” yang kurang lebih di 6 bulan kebelakang memutuskan untuk resign dari pekerjaan dan ber-alih ke ‘pekerjaan’ yang ini (ceritanya bisa dibaca disini), nah pada saat itu saya memutuskan untuk nge-kost yang bahasa keren nya sih punya kantor sendiri.. hehe, tapi sudah berjalan hampir 4 bulan malah terasa ga efektive, karena jam kerja nya ga jelas.. waktu tidak bisa ter-optimalkan trus ada waktu untuk berangkat dan pulang yang belum di hitung, dan pola makan yang sering telat, ga teratur.. di tambah ngopi yang berlebihan yang berakibat sakit Maq kambuh *adeuhhh  -_-, serta yang paling penting ialah biaya ‘kantor’ yang aga lumayan. Hehe

Nah akhir nya saya pun memutuskan untuk kembali ke ‘habitat’ asli, hehe.. dengan sedikit memberikan pengertian ke ibu tentang pekerjaan saya, Alhamdulillah,,, sesuatu, ibu bisa sedikit mengerti tentang pekerjaan saya. Awal nya sih enjoy dan Asyik banget kerja di rumah.. mau tidur pasilitas komplit tersedia, hehe.. mau makan tinggal ambil, mo ‘kerja’ 18 jam/hari pun oke-oke aja.. intinya recommended banget dah kerja dirumah, suka ka nya buanyaakkk :D , tapi setelah beberapa bulan  eh malah kebalik, sekarang duka nya nya lumayan buanyakk -_- , saya sebut satu per-satu ya..

  1. Keluarga masih belum faham 100% tentang pekerjaan saya, kadang diwaktu lagi mut kerja ehhh malah di mintai tolong buat belanja (kebetulan ibu punya warung kecil dirumah), bukannya ga mau bantuin ibu, tapi kondisinya tidak memungkinkan… dan ini yang bikin serba salah, di tolak gimana, di iya-in juga gimana.. -_- jadi si SERBA yang salah, eh serba salah :D
  2. Lingkungan yang ga faham, untuk yang ini memang 100% ga faham, ada banyak tetangga yang nanya “kerja siang ya? Atau lagi ga kerja ya?, ko dirumah?” wuahhh… jawabnya susah… panjang lebar, saya kerja di anggap ga kerja karena diem di rumah “cuman” nongkrongin computer -_-
  3. Suasana yang ga kondusif, nah ini juga yang jadi masalah… karena rumah bukan punya saya, alias masih punya orang tua, kita ga punya power ranger  buat mengatur ‘suasana’, kadang lagi mood-mood nya kerja eh ada yang bikin bete… Arghhhh Baca entri selengkapnya »

Duh maaf artikel ini kayanya aga ngacok, klo yang lain mah tips dari orang sukses, seperti salsabeela yang sukses dengan kutukutu buku, atau Aria Rajasa dengan Ganti Baju nya..  eh ini dari orang yang gagal.. ohoho, tapi ga apa-apa lah yang penting ‘kewajiban’ saya menjawab pertanyaan yang nanyain bikin toko online abal-abal yang akhirnya “.com” sudah terpenuhi. :lol:

Tapi memang lebih dari itu saya berharap anda bisa mengambil pelajaran dari kegagalan saya, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti yang saya kerjakan.. ocrehhh ;)

Langsung saja… Jadi gini ceritanya, sekitar kurang lebih (banyak kurangnya :D ) 1 tahun kebelakang saya bikin toko online yang bernama Rumah Muslim, konsep nya sih keren :cool: , menyediakan kebutuhan-kebutuhan seorang muslim, seperti baju muslim, obat herbal, madu & obat HPA, sama seperti rumah dimana disana semua tersedia, kecuali…. Terminal (halahh teu nyambung :P ).. ya pokoknya keren lah ;)

Nah screen shot nya… dan ini fans page (Rumah Muslim) nya, lumayan ada 800 yang nge like.. hahah

Nah.. singkat cerita persiapan teknis, seperti menyiapkan toko online nya itu sendiri, deal-deal-an konsinyasi ngambil barang.. dll sudah beres.. dan akhirnya hari itu pun tiba, Rumah Muslim pun “mengudara”.. oh ternyata, oh ternyata… diluar duga-an sodara-sodara sekalian… kurang lebihnya (klo yang ini banyak lebihnya :D ) sekitar 5 bulanan, tidak menghasilkan apa-apa.. Whatttttt??? Yo I mas bro :cool: , alias NOL profit, alias ga ada untung, alias sengsara.. hahaha Baca entri selengkapnya »


Era nya telah lama berganti, Industri ke Informasi, mungkin sudah 30 tahun-an lebih, waktu yang relative lama, tapi perkembangan nya begitu pesat bahkan klo menurut saya, perkembangannya saat ini melebihi dari masa nya itu sendiri :D . Apalagi di era tahun 2000-an dimana ada satu “makhluk” lahir, makhluk yang saat ini begitu populer bahkan bisa jadi sebuah senjata… ya, senjata!!, makhluk itu bernama Social Media, makhluk yang secara tidak langsung melahirkan sebuah “sub-makhluk” baru lagi, dimana arus informasi terlihat sangat dinamis, yang tidak hanya berpola pada satu arah… bisa 2,3,4 bahkan mungkin jutaan dinamika :)

Sebenarnya obrolan ini awalnya terinspirasi dari tulisannya p.nukmat luthie (bermakna dilautan social media), tulisan yang mengisahkan tentang cara pandang beliau akan arus media social yang begitu besar nya di tanah air tercinta ini, pertama beliau menyoroti mengenai data statistic pengguna social media yang pertumbuhannya begitu dasyat, untuk lengkap nya silahkan anda lihat video di bawah ini, dan semoga ada tidak dibuat kaget oleh nya :)

 

Nah kembali ke tulisan p.nukmat luthie, jujur saya terus terngiang-ngiang oleh judul tulisan beliau “bermakna di lautan social media”, tentu kata lautan disana mengartikan sesuatu yang sangat luas, dengan segala hirup pikuk ‘lautan’nya, dimana kita menjadi bagian kecil di dalamnya. Yang bisa jadi, kita bisa berperan menjadi ikan teri yang hanya menjadi objek, atau menjadi ikan hiu sang predator ‘antagonis’.. atau menjadi lebih ‘mulia’ manakala manjadi lumba-lumba yang berperan jadi ‘pahlawan’. Nah itu semua itu menjadi sebuah pilihan yang nanti coba kita diskusikan. :)

Disana juga dijelaskan mengenai tangga teknografi social yang diperkenalkan oleh Forester Reaseach, tangga yang memisahkan antar beberapa ‘kasta’ di social media yang antara lain :

Tangga Teknografi

  1. Creators (pembuat) 24 %
  2. Conversationalist (Narabincang) 33%
  3. Critics (kritikus) 37%
  4. Collectors (kolektor) 20%
  5. Joiners 59%
  6. Spectators (penonton) 70%
  7. Inactives (tidak melakukan apa-apa)17%

Untuk lebih jelasnya silahkan baca kutipan tulisan p.nukman luthie :

Di tangga teratas, ada golongan yang disebut sebagai Creator. Ciri utamanya adalah: memiliki blog atau website pribadi yang rajin diperbarui serta membuat dan mengupload audio atau video karyanya ke website (bisa YouTube misalnya). Khusus untuk Indonesia, mengingat beratnya mengupload video dan audio, ciri ini bisa disederhanakan menjadi: memiliki blog dan rajin memperbaruinya. Baca entri selengkapnya »

Ketika…

Posted: Agustus 20, 2011 in Yaumi

Ketika sedang facebook-an.. eh ngeliat tautan video temen ga yang kenal. :lol: , dan ketika itu jadi teringat, teringat ketika milad PKS yang ke 13… dan ketika juga jadi teringat untuk ‘mendokumentasikannya’ di blog… dan ketika tidak panjang x lebar = luas :mrgreen: , selamat menikmati dan menghayati kedalaman puisi nya ;)

“Ketika kerjamu tidak dihargai,maka saat itu kau sedang belajar KETULUSAN…

Ketika usahamu dinilai tidak penting,maka saat itu kau sedang belajar arti KEIKHLASAN…

Ketika hatimu terluka sangat dalam,maka saat itu kau sedang belajar arti MEMAAFKAN..

Ketika kau harus lelah dan kecewa,maka saat itu kau sedang belajar arti KESUNGGUHAN..

Ketika kau merasa sepi,maka saat itu kau sedang belajar arti KETANGGUHAN..

Ketika kau harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung,maka saat itu kau sedang belajar arti KEMURAHAN…

Tetap semangat..
Tetap sabar..
Tetap senyum..
Terus Belajar..

Karena engkau sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN…”

…. ketika mendengar puisi itu di hari ‘kejadian’ :D , bergetar rasanya.. merinding mas bro, dan ketika mendengarkan lagi, merinding juga.. hehe, klo di ukur ke’dalem’ nya. pokoknamah jerooo banget deh, susah deh di ungkapkan dengan kata-kata (sampe bingung mo ngejelasin nya gimana :mrgreen: )

oh iya, videonya di youtube ga ada jadi ga di embed :( , download mp3 : http://www.4shared.com/audio/Z6aK65Ht/puisi_ketika_milad_PKS_13.html?

Hikmah Freelance di bulan Ramadhan

Posted: Agustus 18, 2011 in Yaumi

Alhamdulillah selama ± 4 bulan menjalankan profesi baru (Freelancer), ya.. seperti biasa penuh suka dan dukanya, tapi banyak kan suka nya neh.. hehe

Cuman mau berbagi pengalaman saja dari seorang newbie mengenai ‘suka-suka’ (lo ko jadi kaya iklan motor:D )  nya jadi seorang Freelance.. karena memang yang saya rasakan sekarang ternyata sangat menyenangkan loo, walaupun memang apapun itu pasti ada suka dan duka tapi untuk kali ini kita obrolin yang suka-suka nya dulu.. biar tambah semangat. ;)

Selama ± 4 bulan berjalan :

-          Ga takut kesiangan yang klo dulu berujung di ‘penggal’ nya gaji :P

-          Bebas berpergian siang hari, yang dulu susah banget buat ngeluangin waktu siang klo ada keperluan

-          Ga “curi-curi” ngantuk saat kerja, soalnya klo sekarang ngantuk… ya tinggal tidur aja *gitu aja ko resspooot :D

-          Bisa bantu ibu belanja.. Nah ini dia, sebagai anak yang baik, rajin menabung (halahhh :D ) membantu ibu adalah sebuah keharusan dan kebetulan di rumah ada warung-an kecil… klo dulu neh susah cari waktu buat belanja, klo sekarang jadi rada flexible… ga akan ada yang protes.. hehe

-          Dll (nanti di isi lagi klo nemu ‘suka-suka’ yang lainnya :D )

Hikmah di bulan Ramadhan

 Nah terlebih ketika masuk bulan Ramadhan, Alhamdulillah ternyata hikmah dari seorang Freelance itu bertambah lagi mas bro ;) , salah satunya bisa memaksimalkan targetan ibadah… ya walaupun targetnya ga gede-gede amat tapi lumayan lah untuk seukuran orang awam seperti saya, yang salah satunya neh Itikaf, dulu ketika masih berstatus menjadi seorang karyawan biasanya hari libur menjelas Iduel Fitri tuh 5 hari sebelum lebaran sedangkan Itikaf itu kan di sepuluh malam terakhir.. jadi ya mau ga mau harus mendahulukan kewajiban, sebab klo maksain itikaf yang aga ‘bener’ bisa tumbeng di tempat kerja, bukannya ngeberesin kerjaan eh malah ngeberesin posisi tidur.. hehe Baca entri selengkapnya »

Maaf sebelumnya karena tulisan ini dibuat oleh seorang newbie yang benar-benar NEWBIE, karena terhitung baru 1 bulan saya menjalankan profesi baru menjadi seorang freelance. Sebuah profesi yang oleh Om Robert keosaki di sebuat Self Employee atau seseorang yang bebas bekerja untuk dirinya sendiri.

Arti bebas?

Tujuan pertama mengambil keputusan untuk melepas status karyawan ialah ingin ‘berkembang’, Ya.. berkembang dalam berbagai hal (Pembelajaran, Ilmu, Keahlian dan tentunya penghasilan. hehe ), dan satu hal lagi yang belum tertulis yaitu “kebebasan”, satu kata yang aga ‘jauh’ jika disandingkan dengan kata ‘karyawan’. Tetapi eh tetapi setelah 1 bulan lamanya (ga lama-lama banget sih :lol:  ) saya merasa bahwa kata “bebas” tidak bisa saya dapatkan ketika saya menjalani prosfesi sebagai seorang freelance, Lo Kooo? Padahal temen-temen freelance lain banyak merekomendasikan profesi ini karena sifatnya yang ‘bebas’, bebas mengatur waktu, tempat, penampilan, gaya,dll. Oke untuk hal itu saya sangat setuju dan memang seperti itu, kita bisa mengatur waktu kerja kita dengan catatan harus disesuaikan dengan deadline dari klien 8-) . kata bebas yang saya maksud ialah waktu luang yang kita miliki ketika kita bekerja sebagai karyawan… karena saya yakin sebagian besar karyawan (pengalaman pribadi :oops:  ) mempunyai waktu dimana ia ‘bebas’, apakah itu sedang ga ada kerjaan, mati listrik ato tidak ada bos.. hehe, waktu ‘bebas’ dimana itu dihitung menjadi waktu kerja kita. Baca entri selengkapnya »

Awalnya aga sedikit mencibir fasilitas iBook di iPad, karena aga sedikit ‘trauma’ baca ebook di PC/Laptop.. pencahayaan LCD nya yang bikin cape mata, apa lagi klo disuruh baca.. tambah cape.. :lol:  hehehe

Nah ternyata pas coba buka iBook… wihh lumayan juga neh, aga enak dibaca karena dari segi pencahayaan ga terlalu ‘menyakiti’ mata dan dari segi tampilan antar muka dan animasi nya seperti ‘flash book’, jadi emang bener-bener enak dibaca (menurut saya :oops:  ), tapi masalahnya untuk format yang bisa dibaca iBook itu ePub, format khusus untuk iPad.. ini yang bikin ilfil karena ke’eklusive’-an produk2 apple yg kadang suka bikin ribet :mrgreen:

Tapi tenang sodara-sodara.. Alhamdulillah para ahli telah membuat sebuah solusi untuk masalah itu, seperti biasa klo ada file-file “aneh” suka ada converternya, ePub juga ada.. dan kayanya ada beberapa pilihan. Setelah saya coba beberapa tutorial dari Mac club Indonesia dan cari-cari info lewat mbah google, akhirnya di coba pake Calibre. dan hasilnya wihhh… Thanks Calibre :D , dan Alhamdulillah sekarang iPad ga hanya dipake buat maen game sama internetan aja… bisa dipake buat yg lebih banyak mamfaatnya.. hehe

Sebenernya fungsi Calibre tidak hanya diperuntukan untuk converter aja… tapi lebih ke arah me-manage ebook, u/ me-manage ebook sih belum di utak-atik, maless ahhh.. udah cukup converter :mrgreen:

Sedikit berbagi.. saya bikin tutorial sederhananya.. Cekidot aja

- tampilan antar muka Calibre, oh iya sebelumnya download dulu ato copy dari temen tapi jangan sampe copy nya dari komputer tetangga.. (halahhh ga nyambung.com :D – download disini -

tampilan antar muka Calibre

- cara menambahkan file PDF yang mau di convert nya gampang.. ga usah pencet sana-sini, tinggal drag aja file pdf nya ke calibare.. dan tunggu sebentar (tergantung besar file PDF nya), atao yang suka pencet-pencet tinggal klik aja tombol kiri atas (icon buku +) lalu pilih lah menu yang anda butuhkan

Proses Add PDF.. drag drop aja :D

- setelah file PDF yang mau di convert berada pada jalan yg benar.. nah sekarang tinggal melangkah ke proses selanjutnya… selanjutnya klik kanan file PDF, lalu muncul beberapa pilihan, pilih “Convert Book”.. lalu muncul lagi pilihan, pilih “Convert Individually” Baca entri selengkapnya »

Arti Bahagia??

Posted: April 29, 2011 in Ngaler Ngidul
Tag:, ,

Sedikit bercerita tentang sebuah dialog selepas malam antara dua insan.. mari kita simak ;)

“dik selama ini apakah engkau bahagia menikah denganku?”

“Insya Allah mas, saya bahagia sekali”

“kalau memang engkau bahagia dengan kondisi sekarang yang masih kekurangan materi, untuk apa kita mengejar materi yang berlimpah ruah jika sekedar untuk mengenyangkan perut. Jika selama ini kita makan dengan sayur bening saja sudah cukup bahagia, untuk apa kita menghabiskan semua harta untuk makan dengan menu yang lebih mahal, jika selama ini kita hanya punya sepeda motor saja sudah cukup bahagia, mengapa harus memburu mobil mewah, sehingga kita menghasbiskan waktu kita untuk mengejar dunia. Materi hanya sebagai alat buat hidup kekal kelak.”

………….

Ok, setelah membaca dialog diatas apa yg kita rasakan? Termehek-mehek kah :oops:  ? Atau mengharu biru mendengar sebuah obrolan lepas yang datang dari sebuah ‘kejujuran’, ehmmm. Klo saya sih awalnya aga termehek-mehek dan sempat terharu juga, tapi lama kelamaan bayangan tentang ke-romantisan itu hilang.. ehhh yang datang malah bingung.. hehe, Bingung atas sebuah arti kata “bahagia”… coba deh kita baca ulang, “klo kita sudah bahagia dengan kondisi sekarang (susah) mengapa kita harus berpayah-payah menggapai kebahagiaan yang lain (kekayaan)”. So, sekarang jadi timbul sebuah pertanyaan… apa sih arti bahagia??

Akhirnya pertanyaan tersebut menjadi bahan obrolan kecil antara saya dengan seorang teman, dengan sedikit membacakan kisah diatas.. kami sedikit berdiskusi ngobrol (halahhh :lol:  ) dan mempunyai kesimpulan yang aga ‘blur’ alias tidak puguh. Hehe

Tetapi tidak sampai disitu pertanyaan tadi bercokol (halahhh bahasa apaan neh :roll:  ) didalam pikiranku, berhari-hari bahkan.. sampai pada satu malam sambil ngerjain kerjaan, akhirnya saya menyimpulkan sendiri apa sih arti ‘bahagia’ itu…

Bahagia itu : saat kita haus maka kita minum, lapar lalu makan, ngatuk tidurin , dapet project gede 8) (rezeki) terus bersyukur, dompet ilang Ya bersyukur.. untung aja ga sama kepala nya ilang.. hehe, jadi klo saya menyimpulkan kebahagian itu ialah sebuah respon positive atas sebuah kejadian bukan hasil dari sebuah kejadian.. bingung ya?? Hehe, jadi gini.. bahagia ialah sebuah respon positive atas sebuah kejadian, itu seperti Sabda Rasulullah SAW yang menerangkan bahwa beliau merasa keheranan atas kondisi seorang Mu’min yang mana semua keadaan baik (bahagia), ketika diberik nikmat ia bersyukur dan apabila diberi ujian/musibah ia bersabar.. maka kata Rasulullah kedua hal tersebut Bersabar dan Bersyukur ialah baik (kebahagiaan) bagi seorang Muslim.

mari kita "nyengir" :D

Jadi walaupun rumah masih numpang sama orang tua, belum punya kamera SLR, motor masih bebek, laptop belum ganti macbook pro.. Alhamdulillah masih bahagia, tinggal menunggu momentum yang tepat (rezeki) dan di akhiri dengan sebuah respon positive atas semua anugrah yang telah diberikan-Nya, ‘positve’ ataupun ‘negative’ :)

Lalu bagaimana arti ‘bahagia’ menurut bro n sist semua gimana neh???  :mrgreen:

Dari semua kelebihan produk2 apple ada salah satu hal yang menurut saya menjengkelkan :mrgreen: yaitu masalah konektivitas. beda sama Om Android yang bisa dibilang flesibel terhadap konektivitas karena udah support USB :D .. walaupun belum lama pake produk apple (itu juga baru iPad.. hehe) tapi memang keribetannya itu cukup mengganggu karena aktivitas sehari-hari pake windows.. Ya jadi harus Instal itunes dulu.. aga sedikit merepotkan

Nah untuk mengatasi masalah tersebut sebenernya banyak tools bertebaran, salah satunya iFunbox. software ini portable jadi ga usah instal dan klo pun harus “tukar” data dengan PC cukup pake itu saja sudah cukup membantu, tapi tetep iFunbox tidak bisa menggantikan sepenuhnya pertukaran data, karena ada beberapa hal yg harus melewati proses Sync dulu… seperti foto gallery, ibooks dan instal aplikasi, jadi tetep euy harus install itunes juga.. hehehe

Eh sebentar.. sebenernya iFunbox bisa juga sebagai mediasi tools instalasi asal kita sudah meng-JB iPad/iPhone/iTouch dan telah menginstall apps “installous” lewat cydia.. tetapi kadang2 suka error euy :( , ga pernah dipake lagi.. jadi tetep install lewat iTunes

iFunbox akan lebih muantabzz jika didampingi app iFiles (explorer nya iPad :D ), bisa pake app yang ada di cydia “iFile” ato beli di iTunes store “iFiles”… tapi klo saya sih lebih enak pake iFiles yang ada di iTunes store.. soalnya ada beberapa fitur yg ga didapat di iFile kecuali beli yg paket premium nya.. hehehe

dan untuk tranfer file data dokument tertentu, seperti word, exel, power point ke app office. tinggal drop down.. sudah deh beres ;)

sementara itu dulu, nanti klo ada perkembangan lebih baru Insya Allah di Update lagi n klo ada yg kurang mohon untuk ditambahkan.

download iFunbox

Memaksimalkan iPad untuk kerja

Posted: Maret 15, 2011 in Apple
Tag:, , ,

Dulu ketika iPad Generasi pertama muncul, sempet memberikan sedikit ‘celotehan’ dari sudut pandang komentator saja dan akhirnya menyimpulkan bahwa iPad hanya cocok untuk “fun” doank alias buat maen game, baca, sama browsing.. ga bias buat kerja.. TITIK., eh ternyata sekarang setelah punya iPad tujuan pertama beli malah buat kerja… hohoho :mrgreen:

Walaupun memang secara fungsi ga bisa menggantikan sepenuhnya kerja notebook karena memang di iPad ga bisa install Adobe CS, corel, localhost (apache) dll :oops: , bagi saya iPad memang lebih cocok sebagai pengganti netbook yang hanya dipakai untuk ngetik, presentasi dan nonton.. soalnya klo dipake buat kerja web design atau multimedia, wahh bakal mbeleduq tuh netbook.. :lol: Baca entri selengkapnya »